Wednesday, 2019-08-21, 4:41 AM
Selamat Datang Guest | RSS

Tips dan Trik Komputer


Indahnya Berbagi ..:://idijangcik.do.am::..

Site menu
Sponsor Resmi

ShoutMix chat widget
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
MySpace Hit Counters
Total Kunjungan
Login form
Main » 2011 » January » 7 » CERITA PUYANG SUMATERA SELATAN
5:10 PM
CERITA PUYANG SUMATERA SELATAN
KHASANAH kesusastraan daerah di Indonesia tersebar dari Sabang hingga Merauke. Kesusastraan tersebut lahir dari berbagai etnis, suku bangsa, yang berbeda gagasan, nilai, norma, dan aturan. Hal itu mencerminkan kekayaan khasanah kesusastraan daerah di Indonesia yang beragam baik bentuk maupun isi.

Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki beragam kekayaan tradisi lisan. Tradisi lisan tersebut mencakup segala hal yang berhubungan dengan sastra, sejarah, biografi, dan berbagai pengetahuan serta jenis kesenian disampaikan dari mulut ke mulut.

Tradisi lisan Sumatera Selatan sangat luas bagaikan hutan belantara yang masih memerlukan sentuhan intelektual untuk menggali sumber-sumber atau potensi fakta dan budaya yang masih tersembunyi. Potensi dan fakta tersebut menurut Edy Sedyawati, paling tidak meliputi: (1) sistem genealogi; (2) kosmologi dan kosmogoni; (3) sejarah; (4) filsafat, etika, dan moral; (5) sistem pengetahuan (local knowledge), dan kaidah kebahasaan dan kesastraan.

Salah satu bentuk tradisi lisan adalah sastra lisan. Menurut Shipley, sastra lisan adalah jenis atau kelas sastra tertentu yang dituturkan dari mulut ke mulut, tersebar secara lisan, anonim, dan menggambarkan kehidupan masa lampau. Sastra lisan mencakup bahasa rakyat, ungkapan tradisional, pertanyaan tradisional, cerita prosa rakyat, dan nyanyian rakyat. Cerita prosa rakyat dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu: mite, legenda, dan dongeng.

Cerita prosa rakyat Sumatera Selatan yang maih tetap bertahan dan dikenal masyarakat adalah cerita mengenai Puyang-puyang. Cerita Puyang hampir terdapat di berbagai daerah di Sumatera Selatan. Cerita Puyang ini menjadi suatu cerita yang unik karena hanya dapat ditemukan di wilayah Sumatera Selatan_namun perlu dilakukan kajian dan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini_. Daerah lain di Indonesia juga ada cerita prosa rakyat yang memiliki tokoh sakti atau tokoh hebatan atau wira atau pahlawan dengan nama yang berbeda-beda.

Cerita Puyang biasanya dewa atau pahlawan kebudayaan ketika dunia belum seperti sekarang ini. Cerita Puyang hadir dan berakar pada kwalitas pemiliknya yang sekaligus sangat memercayainya dan mengagung-agungkannya. Cerita Puyang merupakan produk budaya yang disampaikan secara terus-menerus dan turun-temurun melalui pewarisan lisan. Terkadang disertai bukti-bukti sejarah, seperti benda-benda dan temapat-tempat keramat (makam atau tapak tilas) yang mendukung keberadaan Puyang-puyang.

Puyang diyakini oleh masyarakat Sumatera Selatan sebagai tokoh sakti yang merupakan sossok nenek moyang (keturunan) etnik tertentu di Sumatera Selatan. Cerita Puyang umumnya menampilkan tokoh dengan penampilan luar biasa. Keluarbiasaan biasanya ditandai dengan berbagai sifat yang tidak dimiliki oleh manusia biasa, di antaranya berupa tampilan sebagai manusia dengan sifat-sifat yang diidam-idamkan, yang mengherankan, atau yang menakutkan. Penampilan citra seperti itu sangat tergantung pada selera dan konteks masyarakat tempat lahirnya Puyang-puyang tersebut.

Di Besemah kita begitu mengenal sosok Atong Bungsu, yang diyakini sebagai tokoh yang dimitoskan oleh masyarakat setempat sebagai tokoh sakti pembawa pembaharuan. Ada pula Si Pahit Lidah yang diyakini masyarakat di beberapa daerah di Sumatera Selatan juga sebagai tokoh yang dimitoskan. Kisah hidup Si Pahit Lidah begitu populer di kalangan masyarakat Sumatera Selatan.

Cerita Puyang Sumatera Selatan yang pernah diinventaris dan diteliti, antara lain:

(1) Puyang Belulus (Besemah)

(2) Puyang Tungkuk (Besemah)

(3) Puyang Kerbau Menyeberang (Besemah)

(4) Puyang Siak Mandi Api (Besemah)

(5) Puyang Tanjung (Besemah)

(6) Puyang Bege (Besemah)

(7) Puyang Depati Konedah (Musi)

(8) Puyang Ronan (Musi)

(9) Puyang Remanjang Sakti (Enim)

(10) Puyang Gadis (Lematang)

(11) Tuan Puyang Ndikat (Lematang)

(12) Puyang Rakian Sakti dengan Ratu Acih (Aji)

Cerita Puyang biasanya memiliki ciri-ciri tertentu dan merupakan sosok yang sangat hebat dan superior. Tokoh tersebut seolah-olah selalu tahu apa yang terjadi dan akan terjadi. Ia adalah sosok yang hampir tidak pernah kalah dalam segi apapun (mengalahkan dirinya dan orang lain). Kesaktian dan keajaiban yang dimilikinya sangat disegani oleh pengikutnya maupun musuh-musuhnya. Umumnya cerita Puyang-puyang tersebut senantiasa membawa pertolongan demi penyelamatan orang-orang yang berhati baik dan memiliki kebenaran dari orang-orang jahat yang menganiaya atau menzaliminya.

Puyang merupakan orang sakti atau orng suci dan bahkan kadang-kadang bagi sebagian pewaris aktifnya dianggap sebagai Dewa. Selain itu, Puyang adalah sosok yang baik hati bukan hanya kepada manusia tetapi makhluk lain, seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Puyang dapat pula berlaku sebaliknya kepada orang-orang jahat dan berkelakuan buruk. Dengan kesaktiannya yang luar biasa Puyang-puyang tersebut dapat menumpahkan kemarahannya dengan hukuman yang berat, bahkan mengutuknya. Nama Puyang-puyang biasanya sangat akrab dan dikenal luas di tengah masyarakat hingga kini.

Quantcast
Category: Seputar Pagaralam | Views: 4767 | Added by: jangcik | Rating: 1.6/10
Total comments: 3
0 Spam
3 Hairul  
Mohon info tentang silsila Puyang Muare Abab / Raden Timbangan

0 Spam
2 Mahawisnu t. Alam  
Bapak sumanhadi, ayah kami juga keturunan kuripan. Menurut cerita2 yg kami dengar dari orang2 tua, kami keturunan dari Depati Ratu/Puyang Rie Berdan. Kami sangat ingin mengetahui cerita adat ttg leluhur kami tersebut. Apakah berkenan membantu kami memberikan informasi dimana kami bisa mendapatkan bahan2 tersebut? Kami dapat dihubungi di mahawisnu@yahoo.com. Terimakasih.

0 Spam
1 SUMAN HADI  
didaerah kami, di sungai lematang tepatnya desa Kuripan, Batu raje psngkslsn babat. ada beberapa PUYANG 1. PUYANG ANYAR RIE RANGKAIAN SAKTI (syekh Ikhnul Hakim). 2. PUYANG RIE BERDAN (DEPATI RATU/Syekh Maulana Zakaria), 3. PUYANG SALEH SAMAD ALFALIMBANI (RIE SALEH SAMAD),4. PUYANG JA'FAR AL FALIMBANI. 5. PUYANG RIE MALIM JITAK. 6. PUYANG RIE CILI. 7. PUYANG BESAK RIE ANAK DALAM (Syekh Abdul Qodir Hamimi). 8. PUYANG RIE BATU GENTING. 9. PUYANG UNDAKAN. Semua ini ada di daerah KUNO di MELAKE konon ini dulunya sebuah DELTA LEMATANG. diseberangnya ada makam PUYANG RIE BEQO 9Syekh Ahmad Baqa). menurut sejarah lisan bahwa yang pertama datang ke daerah tsb adalah PUYANG ANYAR RIE RANGKAIAN SAKTI yang berasal dari MADINAH tahun 1183 Masehi dan puyang tsb diatas adalah keturunannya dan penulis adalah keturunan ke 19 (RIE MAULANA SUMAN HADI)

Name *:
Email *:
Code *:
Kolom Iklan



Hub : 0852-6846-2306
(Call/SMS)
CO.CC:Free Domain
Dapat Duit dari Facebook
Calendar
«  January 2011  »
SuMoTuWeThFrSa
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
KumpulBlogger

bisnis paling gratis

Search

Copyright IdiJangCik © 2019